SBY Vs Zaenal Maarif

30 07 2007

Dari kemarin aku melihat berita berita di metro tv , yang tidak setuju dengan tindakan Persiden SBY dalam melaporkan fitnah atas dirinya ke Polda Metro Jaya. Dan pagi ini , Editorial Metro Tv kembali ( lagi ) mengangkat tentang tindakan SBY tersebut . Yang berbicara pada editorial kali ini adalah Pak Sugeng Suprawoto ( maaf kalo salah pengejaan ) yang mengatakan jika Presiden SBY terlalu reaktif menanggapi issue ini , bahwa sebenarnya masyarakat pada tahun 2004 sudah menganggap ini selesai dan rakyat tetap memilih SBY sebagai presiden Indonesia , menurutnya kalau lah Presiden mau melaporkan ke Polisi maka dia tidak perlu datang sendiri secara fisik ke SPK ( Sentra Pelayanan Kepolisian ) , sampai Kapolda Adang Ghani menyambut kedatangan RI 1 tersebut, dia berpendapat itu hanyalah sandiwara presiden untuk menunjukkan dirinya sebagai rakyat biasa.

Pendapatku sebagai mahasiswa , ITULAH YANG SEHARUSNYA DILAKUKAN SEORANG PRESIDEN DALAM NEGARA YANG MENJUNJUNG TINGGI PRINSIP EQUALITY BEFORE THE LAW ! bahwa asas hukum equality before the law adalah menganggap setiap orang sama di depan hukum , tidak ada pengistimewaan bagi bupati , kapolres , gubernur , bahkan presiden sekalipun . Dulu ketika masih jaman orde baru tiap orang yang tidak sepaham dengan istana ( hanya tidak sepaham ! ) mereka tidak akan mendapatkan hukuman saja , mereka mendadak hilang ditelan bumi , raib .. jika mereka orang terpandang maka mereka akan dikenai pasal subversi yaitu pasal karet yang akan menghukum berdasar anggapan jika ada orang yang merongrong kekuasaan negara , kata kata apaan itu dianggap merongrong dijadikan undang undang?! maka pada saat itu dengan mudahnya aparat bisa menciduk para aktivis yang menentang orba.

Setelah tahun 1998 tepatnya setelah kasus Sri Bintang Pamungkas dan tumbangnya Orba maka pasal karet itu pun dihapuskan , tetapi masih ada pasal dalam KUHP yang mengistimewakan Presiden yaitu pasal penghinaan terhadap kepala negara , bahwa pada pasal ini presiden tidak dianggap sama dengan rakyat lainnya , maka pasal itu pun di hapuskan oleh Mahkamah Konstitusi.

Sekarang setelah Presiden sudah disamakan dengan rakyat biasa , sama kedudukannya dengan kita sebagai individu dalam suatu negara , dan presiden mendapat fitnah yang mengganggu kehidupan keluarganya karena menimbukan issue tidak sedap , maka presiden berhak sepenuhnya untuk menuntut Zaenal Maarif , justru aku melihatnya ini adalah suatu pembelajaran yang bagus bagi Indonesia. Permasalahan Kapoda Metro Jaya datang menyambut dan dia mengistimewakan presiden berarti Kapolda lah yang harusnya di bincangkan karena masih ada prinsip ABS ( asal bapak senang ).

Pagi tadipun kebanyakan penelfon dalam editorial pagi tersebut menyatakan bahwa mereka tidak setuju dengan editorial metro pagi ini , aku juga baru kali ini tidak setuju dengan editorial metro tv . Apakah ini karena Surya Paloh selaku pemilik dari Stasiun TV Metro ?


Aksi

Information

10 responses

31 07 2007
escoret

aku jagoin SBY….!!!
palingdi ronde ke 5 “ZM” udah KO..!!!

maap,saya bukan simpatisan SBY lhoo..!!!

31 07 2007
dendi

Kalo dipikir-pikir ada bagusnya juga Zaenal Ma’arif di recall ya.. Soalnya kelihatan banget dia politikus murahan gitu.
Oal editorial, terkadang aku pikir metrotv dijadikan sebagai alat politiknya Surya Paloh. Coba perhatikan deh, dulu waktu jaman2 pemilu 2004 dulu. Berita tentang Surya Paloh dapat porsi yang istimewa. Trus kemaren juga waktu ada, apa tuh, silaturahmi politik? Pidatonya Surya Palaloe ditayangkan sampai panjang gitu.. Sebell!
Unfortunately i just can’t get enough of Metro TV’s female newscasters
:-p

31 07 2007
Nayz

Pendapatku sebagai mahasiswa , ITULAH YANG SEHARUSNYA DILAKUKAN SEORANG PRESIDEN DALAM NEGARA YANG MENJUNJUNG TINGGI PRINSIP EQUALITY BEFORE THE LAW ! bahwa asas hukum equality before the law adalah menganggap setiap orang sama di depan hukum , tidak ada pengistimewaan bagi bupati , kapolres , gubernur , bahkan presiden sekalipun . Dulu ketika masih jaman orde baru tiap orang yang tidak sepaham dengan istana ( hanya tidak sepaham ! ) mereka tidak akan mendapatkan hukuman saja , mereka mendadak hilang ditelan bumi , raib .. jika mereka orang terpandang maka mereka akan dikenai pasal subversi yaitu pasal karet yang akan menghukum berdasar anggapan jika ada orang yang merongrong kekuasaan negara , kata kata apaan itu dianggap merongrong dijadikan undang undang?! maka pada saat itu dengan mudahnya aparat bisa menciduk para aktivis yang menentang orba.

SetujušŸ˜€

1 08 2007
Tia

bagus tulisanmu dhan…tapi…berani juga ya si ZM…

1 08 2007
kian

Om ZM emang berani, ntah apa yg mendorong dia berbuat begitu…jelas ada apa-apa dibelkangnya…Yang pasti kalo kita dah buka aib orang, maka aibnya pun yang dibuka pula olehNya…hmmm tp ini jadi pembelajaran buat semua..jangan asal cuap dan nggosip..
mang gile tuh ZM..presiden aza di gosipin..apa ini negara gosip ..hah..haaahhh..hah…
yg marah ato sakit hatipun ga nanggung..presiden, keluarga presiden, KASAD, dan petinggi AD lain…gila tuh ZM…mo dibilang jagoan po…hahha..malah menjatuhkan nama sendiri…

1 08 2007
areta

nice..
gw udah banyak liad blog2 yg pro dgn tindakan o0m SBY ituw..
hehe.
hebat lah dy..

1 08 2007
dhana

@kopret : emange tinju? hah ?

@dendi : he eh , aku jadi mulai sangsi ne ama metro tv

@nayz : halah…

@tia : thanks

@kianj : nah itulah dia , wakil rakyat yg gak dewasa , pengen sak penake dhewe , n sebagian besar kayaknya wakil rakyat kita jg kayak gitu de

@areta : yupz , tapi bukan karna aku pendukung sby loo, aku cuman liat dari sisi yuridis aja..

3 08 2007
Vina Revi

Kapoda Metro Jaya datang menyambut dan dia mengistimewakan presiden berarti Kapolda lah yang harusnya di bincangkan karena masih ada prinsip ABS ( asal bapak senang ).

bener bangeth, Dan! soalnya masih banyak pejabat-pejabat yang sikapnya menjilat gitu. eneg ngeliatnya, euy!

Vina
http://revinaoctavianitadr.multiply.com
http://vina-pages.blogspot.com

15 08 2007
annots

Ada perlakuan istimewa ketika melakukan pemeriksaan kepada SBY, mengapa harus dilakukan di Cikeas? Umumnya pelapor di undang ke Mapol untuk di periksa. Padahal waktu melapor beliau (SBY) mendaftarkan perkara tersebut bukan sebagai presiden tetapi sabagai pribadi SBY. Setuju ama Vina, yan harus di bicarakan sebenernya KAPOLDA dan antek2nya, yang masih tebang pilih dalam menyelasaikan perkara yang berbau hukum.

1 03 2010
iskandar

presidentnya terlalu lamban kl ngambil sikap….lebay ah

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: