News Dot Com = Trial By Press

29 07 2007

Baru saja aku menonton program televisi yang bernama News Dot Com , yang disiarkan di stasiun Metro Tv. Aku gak nonton dari awal seh , tapi saat aku nonton sudah ada mantan presiden suharta , wakil presiden republik mimpi , presiden republik mimpi , efendi ghazali , dan teman2 republik mimpi .

Yang menjadi “bintang tamu” pada News Dot Com malam ini adalah Pengacara Presiden Soeharto yaitu M. Assegaf juga “kembarannya” yang bernama Yassegaf yang merupakan plesetan dari M.Assegaf , mukanya tu mirip sekali dengan M.Assegaf , botak botaknya , mukanya , hehe aku jadi ketawa sendiri….

Saat itu juga hadir aktivis yang namanya aku lupa , pokoknya dia aktivis jaman 1998 , dia juga familier di news dot com , saat itu dia langsung “menghakimi” Soeharta dengan menuduh bahwa harta soeharta bernilai 600 triliun harus kembali ke negara , dia mengatakan dulu pernah ditangkap saat mendemo suharta , dibuang dan disiksa di Nusakambangan. Dia menekankan bahwa M.Assegaf lebih membela kesalahan suharta daripada menegakkan hukum.

Nah saat itu aku melihatnya telah terjadi Trial By Press atau Peradilan dengan menggunakan Media Massa , disitu aktivis tersebut terus menyuarakan 600 triliun harta suharta yang tidak legal dan harus di kembalikan ke negara , dan suharta harus diadili . Itu adalah suatu bentuk pelecehan dia terhadap proses peradilan yang tidak memihak ( Fair Trial ) yang dicoba diterapkan di Indonesia , bahwa opini opini yang disuarakan dengan langtang tersebut di depan layar stasiun Tv swasta nasional tersebut merupakan bentuk peradilan yang semena mena yang dilakukan oleh dirinya dengan menggunakan media.

Bukankah pada saat ini Jaksa Aguna Hendarman S sedang melakukan gugatan atas kekayaan yayasan yayasan yang dipimpin oleh soeharto ? maka kita tunggu saja forum pengadilan itu diselenggarakan , biarkan pengadilan yang akan menangani kasus tersebut , hormati sistem peradilan di Indonesia !

Permasalahan Soeharto tidak bisa dituntut karena sakit permanen ( yang aku jg ragu ttg hal tersebut ) ya karena hukum positif kita ( Undang undang ) memungkinkan dan mengatur tentang hal tersebut ! disini pengacara M.Assegaf hanya pelayan hukum dan bertugas menegakkan hukum , jadi jika tidak puas dengan hukum yang ada sekarang jangan menghujat orang melalui media apalagi menghujat salah satu profesi. Hukum kita diciptakan oleh segelintir orang yang bernamakan DPR , jadi kalo menuntut adanya hukum yang adil dan tidak memihak janganlah menutup mata dengan Partai Politik yang menelurkan wakil wakil rakyat yang akan duduk di kursi empuk DPR , karena merekalah yang akan menentukan kemana Hukum Positif kita akan dibawa.

Kalau kecewa dengan Politik yang ada di Indonesia sekarang , jangan menghindarinya tapi perbaikilah , karena semakin kita menghidari maka akan semakin gak bener , semakin sedikit orang orang pintar yang akan duduk di kursi parlemen. Akibatnya Hukum juga akan semakin terpuruk , dan pengacara selaku pelayan hukum juga tidak bisa mengubah hukum tersebut.

Maka , aku sebenarnya sangat tidak setuju dengan format News Dot Com malam ini yang merupakan bentuk dari Trial By Press, bukan berarti aku adalah Pro Soeharto ataupun partai politik tertentu , tapi peradilan yang bersih dan tidak memihak berhak diterima seluruh rakyat Indonesia tanpa terkecuali.


Aksi

Information

6 responses

30 07 2007
aRuL

paham..🙂

31 07 2007
dendi

lho? itukan cuma penyampaian opini to? Harusnya tidak berpengaruh pada proses hukum yang sedang berlangsung dong. Soal bagaimana kemudian acara itu membentuk opini masyarakat ya itu beda lagi, terserah bagaimana masyarakat menerimanya.
Yang agak mengganggu dari News.Com itu sebenernya adanya sponsor-sponsor acara yang ditayangkan secara jelas. Seperti product placement-nya Hemaviton (?). Idealnya acara yang berfungsi mengkritisi seperti News.Com ini bebas dari iklan-iklan macam itu.
Tapi lumayan sih buat menertawakan diri sendiri.. (halah.. OOT)
Btw, tulisan yang bagus..

31 07 2007
wisnuwardhana

ya bener , tu gak pengaruh sedikitpun ma proses hukum yang sedang beralan , tetapi yg aku bahas adalah fenomena Trial By Press , yaitu masyarakat menggunakan egonya untuk mengadili seseorang dengan menggunakan media massa , coba liat aja Rokhmin Dahuri , dia belum mendapat keputusan hukum tetap tapi di media dia sudah diberitakan sebagai koruptor , Reza artamevia dia di beritakan seolah olah cewe gak bener , tu semua gakmelalui peradilan , tapi by press !

1 08 2007
Fany

iya aku juga sebel sama yg hari itu, sampe2 gak tak liat sampe selesai…
cuma debat kusir si aktivis yg menurutku jg gak pada tempatnya…

7 08 2007
mataharicinta

sampeyan hebat juga ya. aku yang anak hukum aja udah malas liat fenomena hukum kita sekarang ini. kebanyakan debat kusirnya. debat berpanjang-panjang ria, etc…etc….
kayanya aku udah mulai termasuk pengikut kaum yang pesimis nih!

7 08 2007
dhana

weitz , jng pesimis gt , ayo berjuang ! mumpung masih muda , darah muda masih menggelora di badan , *halah*
hehehe

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: