Samsat ? gak jelas…

11 07 2007


Shot at 2007-07-10

Hari senin , 9 july 2007 aku pergi ke kantor samsat semarang selatan yang terletak dijalan setiabudi no 110 semarang . aku dan temanku tjelenk akan mengurus balik nama mobil espass th 1997 , yang akan dibalik nama atas nama kakakku sekalian membayar pajak mobil tersebut.

saat itu aku membawa sebuah digital camera yg selalu menemaniku kemanapun aku pergi , aku bermaksud untuk menulis dan mengambil gambar prosedur pembayaran pajak dan balik nama kendaraan , karena banyak yang tidak tahu bagaimana prosedur pembayaran pajak dan berapa biaya pasti untuk itu , termasuk untuk check fisik , formulir , dsb.

karena pada hari sabtu sebelumnya kakakku sudah mengambil formulir da check fisik kendaraan maka pada hari senin pagi itu aku bersama tjelenk tinggal membayar di loket di dalam gedung samsat tersebut ,sesampainya didalam tjelenk menuju loket untuk mendaftarkan formulir tersebut dan setelah itu kami pun menunggu giliran dipanggil , saat menunggu itu aku mencoba untuk mengambil gambar keadaan sekitar dari ruangan samsat itu , termasuk loket dan orang orang yang sedang membayar , setelah jeprat jepret sekitar 3 gambar aku kembali duduk lagi , tapi kemudian ada seseorang yang berseragam putih datang menghampiriku , ternyata dia adalah petugas satpam dari kantor samsat tersebut , petugas yang berinisial ” B ” tersebut berkata padaku
B : ” maaf , anda wartawan ? ”
aku : ” Tidak pak , ada apa y ? ”
B : ” maaf dilarang memotret didalam ruangan mas “
aku : ” oh gitu pak , ya udah ”
lalu aku masukkan kameraku ke dalam kantongnya kembali , pikirku knapa gak boleh ? khan ini kantor pemerintah , pelayanan publik lagi … lalu petugas itu pun kembali ke tempatnya lagi .

setelah beberapa menit , petugas itu kembali menghampiriku dan mengajak ku keluar dari ruangan tunggu loket tersebut , dan di luar dia meminta untuk melihat gambar yang telah aku ambil , aku perlihatkan 3 gambar yang aku ambil , kemudian alangkah terkejutnya dia menyuruh untuk meghapus gambar yang ada dalam kamera , apa apa an ini ? bukankah tidak ada larangan untuk mengambil gambar di dalam, kalo itu gak boleh ya pasang dunk dilarang mengambil gambar . kemudian aku tanya pada petugas itu :
aku : “lho memangnya kenapa pak ?
B : ” ya biasanya ada wartawan , atau orang yang menyalahgunakan hasil potretannya mas ”
” maaf saya cuman ditugasi oleh kepala TU ”
aku : ” wah saya memotret khan karena ini kantor publik pak ,lagi pula gak ada larangannya khan”
” lha kalo saya memotret di luar ruangan gmana pak ? disekitar sini atau di bawah ? ”
B : ” ya sama saja mas , gak boleh , pokoknya di areal ini ( samsat ) dilarang memotret .”
aku : ” oh , a uda pak ”
B : ” ok mas , maaf lho saya cuman menjalanan tugas , trimakasih mas ”

aku pikir ini rada aneh , bukankah gak ada yang perlu dirahasiakan dari antrean orang membayar pajak , seperti halnya memotret prosedur antrian membayar rekening listrik atau mendapatkan beras jatah. atau setidaknya diperbolekanlah memotret di luar ruangan seperti memotret papan prosedur pembayaran pajak , dan lain2. ada apa ini ?

kemudian aku mengambil brosur samsat , disitu tertulis berapa biaya yang dikeluarkan untuk membayar pajak dan balik nama dan cara perhitungannya : ( untuk perhitungan kendaraan bukan umum)
tarif PKB : 1,5% dari NJKB
contoh : mobil baleno dx 1997 NJKB nya 74 juta , jadi PKB pertahunnya 1,5% X 74 Juta = Rp 1.110.000,00 ( satu juta seratus sepuluh ribu rupiah ) untuk mengetahui tarif NJKB kendaraan anda bisa dilihat di kantor samsat terdekat.

untuk balik nama ( kendaraan beli dah 2nd , bukan kendaraan umum )
tarif BBN.KB : 1% X NJKB
contoh : baleno dx 1997 NJKB 74 Juta , berarti BBN.KB 1% X 74 Juta = Rp 740.000,00 ( tujuh ratus empat puluh ribu rupiah )

jadi untuk membayar pajak dan balik nama baleno dx 1997 dikenakan biaya 1.110.000 + 740.000 = Rp 1.850.000,00 ( satu juta delapan ratus ribu rupiah )

lha itu yg resminya , dan itu memang diatur dalam perturan perundang undangan . yang aku bingungkan selain itu khan ada biaya biaya yang gak jelas lainnya , ada ambi formulir gratis saat nge cap bayar , dah dapat plat nomor baru ada biaya sukarela , nyerahin berkas untuk ngambil BPKB ada uang cap lagi ( waktu itu kena 20.000 ) lha sebenernya ini aturan yg dari mana??? kenapa di brosur gak ada ? apa ini biaya siluman genderuwo ? dan biaya yang gak jelas itu gak dapat tanda terima semua.

kemudian aku berpikir lagi , apa gara gara ini dilarang ambil gambar , AFFRAID ?.
bahkan bagian informasi dan pengaduan pun sampai siang hari tidak kelihatan batang hidungnya yang jaga , gimana kita dapat info ? sedangkan prosedurnya aja gak jelas , kita jelas gak bisa apa apa karena gak bayar pajak uga dendanya 2% satu bulan dari pajak terhutang . sebenarnya aku mo tanya kalo kita perpanjang tapi gak ada ktp pemilik aslinya ? apa memang prosedurnya kudu nembak ? trus biayanya berapa ?

banyak ketidak kejalasan dalam praktek , seperti kata dosen hukum dan masyarakatku pak djalil , kalo law in the books not same with law in action.

kantor samsat harusnya bisa memperbaiki mekanisme prosedur pembayaran pajak , lha wong mau bayar pajak koq malah disulitkan ,pungli pungli harus ditertibkan , ada baiknya jika pembayaran pajak bisa di bank atau di atm , paling tidah itu akan lebih mempermudah wajib pajak dan bisa meneka pungli.


Aksi

Information

29 responses

11 07 2007
Nayz

wakakkaak….. bacul dilarang ambil foto!

btw PERTAMAX…… * joged-joged

11 07 2007
ari

wadhew… gak boleh ambil poto??
di kantor pajak ajah boleh kok…
ato harusnya ms.dhana ngajakin Pak B poto bareng, trus bilang, “ini dimasukin blog lho, ntar bapak terkenal…”😀
selagi masih ada pemerintah, pasti ada pajak
tp sulit untuk menjadikan pajak sesuai aturan, sesuai tarif yg ditetapkan..

11 07 2007
warteg

yaa kuwe tergantung karo amal perbuatane wonge sih yaa, balik maning maring nt jek…

12 07 2007
esap

“selagi masih ada pemerintah, pasti ada pajak” ri bapakmu wong pajeg ya?

12 07 2007
lelucon terbaik hari ini « Sawungkampret’s Story

[…] polisi juga bakalan didaftarkan buat dapat ISO, halah….nih ada tulisan lain juga tentang kantor samsat p.s. jadi inget, masjid iium dulu pas tahun 2004/2005 getol mengkampanyekan applikasi ISO mereka, […]

12 07 2007
Yogie

biaya siluman genderuwo?
adanya siluman musang deh.. :p

Hmm.. ya begitulah, mungkin Kepala TU-nya takut kalo “kegiatannya” selama ini akan terbongkar ke khalayak umum. Jadinya udah phobia sama kamera..
hehehehehe….

12 07 2007
Umar Faridz

itu biaya kopi mas, kopi kan gak masuk di anggaran belanja😛 samsat dimana2 sama aja ya

12 07 2007
Kang Tutur

Salam kenal…(Indonesia)
Numpang promosi nih!
Ada yg mau kuliah dengan beasiswa? Belajar Wirausaha?
Main ke blog kampusku – Makasih ya!

12 07 2007
traju

Sistem sebaik apa pun kalo birokratnya bermental miskin yaa tetep aja kaya gitu, penegakan aturan main juga perlu di tingkatkan, bukan begitu pak dhana??!

30 01 2012
Hasan

Sebenarnya bukan bermental miskin. Tapi bermental PENGEMIS…..

12 07 2007
SILUMAN

Ya,ada apa dik..???
klo ga trima..
bikin aja di Amerika…!!!

*sambil nodongin senjata ke pelipis dhana *

14 07 2007
[irwan]

Waduh, padahal pajak stnkku dah gak diperpanjang 2 taon,
pasti dipersulit neeh ngurusnya.

16 07 2007
anggara

Harusnya sih nggak boleh dilarang, takut ketahuan belangnya sepertinya.

16 07 2007
Domba Garut!

Wah, kayaknya nggak ada yang berubah yah meski dah jaman reformasi gini… kadang itulah ironi-nya.. udah motretnya pake zoom lens aja dari jauh.. 🙂

20 07 2007
photoholic

ya iya lah, secara kamera memang hak orang boleh punya. tapi bukan hak orang untuk ambil gambar kapan aja dan dimana aja, kecuali wartawan memang ada hak :p

kalo mo ambil gambar ditempat umum mbok yo, permisi mas.. boleh ambil gak🙂
phototiket dikit lah, selain ada netiket, etiket dan tiket2 yang lain…. kalo kasih “tiket ” sakti sih bakalan lancar😀

20 07 2007
dhana

gak ada aturan hukum yg melarang tiap warga negaranya mengambil gambar dimanapun dan kapanpun , selama hal itu tidak merugikan pihak lain.

so.. i dont care!

salah satu ciri2 orang kerja gak bener : gugup kalo dipotret .

21 07 2007
agoenk

lah kabeh kabeh sing kuasa…sing arane golet pamhan ya kaya kuwe…wis ra sah dipikiri…gawe musmet tok…oke????

21 07 2007
agoenk

wedew….sori …maksude — sing arane golet PANGAN ya kaya kuwe…wekekekeke…sory bozzz..

1 08 2007
kiyat

wekekekekkeke….

lha itu yg resminya , dan itu memang diatur dalam perturan perundang undangan . yang aku bingungkan selain itu khan ada biaya biaya yang gak jelas lainnya

biaya resmi yg kaya pemerintah, lha petugasnya kan yo pengin mas😀

2 09 2007
jamal4

wah njenengan dereng pota-potho si “B”, sih

2 04 2008
Rani SMANSAWI

Kabare tjelenk piye na ?

13 06 2008
adith

biasa ae lah… la wong endoneciah

2 07 2008
Haji Fransiskus

Tolong Bapak-bapak di KPK. Walaupun jumlahnya tidak sekelas BLBI, tapi perlu juga diperhatikan. Semoga uang siluman yang sudah dikumpulkan dapat diambil kembali dan dimanfaatkan kembali sebagai penerimaan negara.

11 07 2008
males

mas dhana uang silumane anggap bae duit buang sial, kan yg nerima siluman kabeh…(ragane wong tapi jiwane setan), jaman wis susah…tole…le…

28 08 2010
Wong

Saya jg ke bagian informasi buat nanya ini itu ada 2 org pak pulisi (berkas² sengaja kuumpetin dibalik jaket) … “Permisi Pak, mau tanya kalo mau balik nama gmn ya?”, blum apa2 sudah “Mana berkasnya? sinih!!… ” (Eeealaah…nyalo laagi CPDHHH)

28 08 2010
wisnuwardhana

Yah bgitulah indonesia qta bro ^^

30 01 2012
Hasan

Baca flowchart waktu kuliah belum pernah dapet dibawah 80. Lha ini saya juga mumet setelah baca alur2 pelayanan…lalu saya praktekkan..eh salah jalur dan banyak gak cocok dg alur terpampang…. apalagi pembayaran terjadi di beberapa titik …banyak yg gak dikasih kwitansi…..
Tapi ini dah dapat ISO lho ya…
hebat dapet ISO ….

13 02 2012
eulisa

pajak fuck
samsat fuck
polisi fuck

25 02 2015
ado yokuna

postingan artikel di atas tahun 2007, skarang tahun 2015😀 cuma mau bagi pengalaman ajah, td pagi saya juga sama, mau foto2 prosedur tp gak boleh ahahahaha. katanya harus pake surat izin dulu (WHAT THE F**K). gak ditanyain macem2 sih.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: